Already 1 year

Hai there

It’s already 1 year!! I did not write my blog ๐Ÿ˜ฆ I am being a mom now, so I “little bit” busy anyway. Oh yeah, #debay was already born on June, 18, 2012 and yes, she’s already 1 year old now ^_^ her name is NASHA ATHALIA SUJARWO.

Lots of new things was happened in my life and I still happy with my life. I will share it latter.

See you latter soon !!

Cerita seru tentang #debay lagi di week ke-30

Kehamilan #debay memang benar-benar membawa banyak cerita dan membuat aku belajar tentang banyak hal terutama keikhlasan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Gimana enggak mau belajar ikhlas dan pasrah? Masih inget perjuanganku dan #debay dengan treatment2 tokso yang kami jalani sambil berderai air mata? Naah waktu usia kehamilan 30 minggu kemarin ada lagi cerita heboh ttg #debay. Yuuup, aku mengalami yang namanya KONTRAKSI DINI. Awalnya aku gak ngerasa apa-apa, semua tampak normal bahkan aku dan suami sudah berencana buat mampir ke toko perlengkapan baby untuk beli perlengkapan #debay. Hari Sabtu pagi di usia #debay yg ke-30 minggu, aku merasa nyeri yang gak biasa di bawah pusar, rasanya seperti kalikiben (kalau orang Sunda bilang) atau sundu”en (kalau orang Jawa bilang). Aku pikir cuma sakit biasa, dibawa tidur juga enakan lagi. Daaan tidurlah aku, setelah bangun nyeri agak berkurang. Jam 14.00 rasa nyeri itu kembali datang, dan kubawa tidur lagi 1 jam nyerinya hilang lagi. Ehhh ternyata pas Magrib nyerinya datang lagi bahkan lebih hebat dari sebelumnya, aku sampai harus dibopong kalau mau ke kamar mandi atau mau jalan. Malam itu aku tidur cepat..

Hari Minggu, Alhamdulillah rasa nyerinya hilang, rencana mau beli perlengkapan #debay pun muncul lagi. setelah tanya dokter obgyn dan saudara-saudaraku mungkin itu karena pergerakan kepala baby. Amanlah pikirku. Sudah mau siap-siap berangkat ehh tiba-tiba nyerinya muncul lagi ๐Ÿ˜ฆ Ada apa ini nak? Pikirku..aku elus-elus aja #debay biar nyaman, semakin sakit semakin ku elus-elus, dan siang itu aku tertidur. Setelah bangun, rasa nyeri gak hilang juga, aku pun sampai dibopong ke kamar mandi. Seharian istirahat total, rasa nyeri hilang dan datang silih berganti.

Hari Senin pagi, alhamdulillah rasa nyeri hilang sama sekali. Pagi-pagi aku bisa siram tanaman, bisa belanja sayur, menyapa tetangga semua seperti biasa. Horeee sembuh (pikirku). Tapiiii…ternyata jam 10.00 rasa nyeri itu datang lagi huhuhuhu…dan tidak hilang bahkan setelah aku bawa tidur sekalipun!! Aku berinisiatif untuk segera daftar periksa ke dokter obgyn hari Senin malam. Sepulangnya suamiku dari kantor, kami meluncur ke rumah sakit.

Setibanya di Rumah Sakit, aku dibantu suamiku berjalan sangaat pelan, rasa nyeri tak tertahankan benar-benar gak bisa aku tahan lagi. Setelah tiba giliran kami, dokter obgyn melakukan tes “periksa dalam” dan dokter obgyn bilang “Bu, ibu mengalami kontraksi, kepala baby sudah turun, dan jalan lahir sudah lunak.Kalau dibiarkan babynya bisa lahir prematur bu. Sekarang berat baby baru 1.6 kg, kasian kalau lahir sekarang. Ibu langsung opname ya malam ini, kita tahan kontraksinya”

JEGEEEEERR…bagaikan kesamber petir, aku kaget minta ampun. Ada apa lagi ini pikirku. #debay kenapa lagi ya Allah..udah pengen nangis, bingung, sedih, takut semua campuraduk jadi satu. Pasrah, itu satu-satunya yang bisa aku lakukan sekarang. Malam itu juga aku diopname ditemani suamiku tanpa persiapan apapun. Aku langsung diinfus diberi obat penahan kontraksi dan pematang paru (just in case #debay harus lahir prematur). Aku benar-benar harus meminimalisasi gerakan, buang air juga dilakukan di atas kasur, setiap kali perutku tegang harus benar-benar kuperhatikan. Aku dan #debay sama-sama berjuang saat itu. Posisi kepala #debay yang sudah di bawah benar-benar sempurna untuk bisa lahir kapan saja.

Saat itu lagi-lagi suamiku tersayang menguatkan aku dan #debay. Kami bertiga ngobrol heart to heart. Kira-kira isinya memberi pengertian sama #debay kalau waktunya belum pas untuk dilahirkan ke dunia. Aku sebagai calon ibu benar-benar memanfaatkan ikatan batinku dengan #debay untuk memberikan pengertian ini. Suamiku ย dengan lembut juga mengajak #debay berkomunikasi supaya nurut dan pintar. Nak, sekarang ini belum waktunya #debay lahir ke dunia, tahan 8-10 minggu lagi ya nak, nurut dan yang pinter ya nak..begitu kira-kira yang kami berdua katakan pada #debay. Sambil teruuuus pasrah, ikhlas dan berpikiran positif.

Alhamdulillah, setelah 3 hari 2 malam nginep di Rumah Sakit aku dan #debay dinyatakan aman. Fase-fase kritis kontraksi dini sudah lewat dengan sukses, posisi debay yang tadinya sudah turun saat ini sudah kembali naik. Kontraksi-kontraksi yang menyebabkan nyeri di perut bagian bawah juga sudah hilang. namun aku tetap harus bedrest di rumah.

Waaaaaaw nak, kamu sungguh luar biasaaaa!! #debay mengajarkan aku dan suamiku untuk sabar, ikhlas, pasrah, berpikir positif. Seluruh rangkaian ceritaku ini pasti akan membawa kenangan yang sangat indah buatku dan suami. Bagaimana kami menghadapi semua tantangan-tantangan selama proses kehamilan #debay yang sangat kami sayangi ini. Bagaimana perjuangan kami (termasuk #debay tentunya) pastinya akan menjadi cerita seru yang gak akan terlupakan.

#debay sayang, sebentar lagi ya nak..kamu akan lahir ke dunia..sabar ya nak ^^ ibu dan bapak sayaaaaang #debay…

Semua sayang #debay

Tanggal 8 Februari 2012, hari itu adalah jadwal periksa kandungan rutinku. Aku sudah melakukan perjanjian melalui telepon terlebih dahulu. Nomor urut 6 dengan jadwal dokter obgyn pukul 18.00 – 20.30. Hari itu hari “pengambilan rapot” hasil cek laboratoriumku. Yah, aku memang masih membawa virus toxoplasma dalam tubuhku dan tentu saja hal itu tidak baik bagiku maupun janinku. Oh iya, aku memanggil calon anakku ini dengan sebutan #debay (dede bayi). #debay adalah anak keduaku setelah aku kehilangan #bebe anak pertamaku yang keguguran saat usianya 8 minggu akibat virus toxoplasma itu.

Setelah peristiwa kehilangan #bebe bulan Juli 2011 kemarin, aku sangat concern dengan pengobatan virus ini. Peristiwa kehilangan itu sangat memukul mentalku dan suamiku, kami merasa sangat hancur. Aku bahkan berkali-kali menyalahkan diriku sendiri, walaupun suamiku sudah berulang kali menasihatiku dengan sangat sabar. Alhamdulillah, dukungan dari suami tercinta, keluarga besar dan teman-teman membuat aku kembali kuat. Sejak saat itu kami berdua bahu membahu untuk melawan virus itu. Kami mengumpulkan banyak informasi dan aku mulai mengikuti terapi.

2 bulan pasca keguguran, tanpa kami sangka (dan tentunya tanpa kami rencanakan) Alhamdulillah Allah kembali mempercayakan seorang #debay untuk kami. Sejak awal kehamilan, aku sudah melakukan serangkaian tes toxoplasma dan melanjutkan terapi dengan dosis yang aman untuk ibu hamil.

“Raport” demi “Raport” kuterima, Alhamdulillah hasilnya terus membaik dan wajar jika hari itu aku sangat optimis bahwa aku akan menemukan kata-kata NEGATIVE. Aku sangat bersemangat untuk berangkat ke rumah sakit. Karena suamiku pulang agak terlambat, maka aku berangkat terlebih dahulu ke rumah sakit menggunakan taksi dan kami akan bertemu di rumah sakit.

Aku tiba di rumah sakit pukul 19.45, kulangkahkan kakiku dengan bersemangat menuju tempat pengambilan hasil laboratorium. #debay di dalam perutku seperti biasa mulai menendang-nendang kegirangan karena kuajak jalan-jalan. “Ayo nak kita ambil raport”, kataku kepada #debay dengan hati yang riang. Sesampainya di tempat pengambilan, aku langsung menyodorkan bukti pengambilan. Setelah amplop putih itu kuterima, dengan tidak sabar kubuka dan kuliah hasilnya. Aku terdiam, aku tercekat, aku tidak percaya melihat hasilnya. Hasil yang sama sekali diluar dugaanku. Hasil IgG toxoku masih positif (dari 2000 sekian, ke 2.9 sekarang 1887), hasil IgM toxoku pun masih positif (dari 1.4 turun ke 0.913 sekarang naik lagi ke 1.014) Alhamdulillah daya tahanku terhadap virus ini sudah tinggi dan ini sangat melegakan. Tapi tetap saja nilai IgM yang masih positif adalah suatu tanda warning yang masih wajib diwaspadai. Aku tidak percaya dengan hasil ini, aku merasa gagal, aku merasa bingung dan sedih karena ternyata #debay masih dalam kondisi yang bisa dikatakan belum aman. Rasa was-was dan sedih menghantuiku, pelan-pelan air mataku mulai menetes, segera kuseka dengan tanganku dan aku mencoba tegar. Saat itu ingin rasanya ada suamiku di sampingku, tapi dia pun tengah berjuang untuk mencapai rumah sakit tepat waktu.

Kulangkahkan kakiku menuju mesin pendaftaran, dan segera aku mendaftarkan ulang untuk pemeriksaan ke dokter obgyn. Tekanan darah normal 120/70, berat badan naik menjadi 59,4 kg. Sambil menunggu antrian, aku ngobrol dengan #debay. Kubesarkan hatinya, kuajak dia melawan virus itu bersama-sama, aku minta maaf dan memintanya untuk tetap baik-baik saja selama berada di dalam sana. Kupanjatkan doa supaya Allah memberikan perlindungan super untuknya. Tak terasa air mata mulai menggenang di pelupuk mata, tapi segera kutahan supaya dia tidak mengalir. Aku harus kuat, aku harus tetap semangat dan optimis, aku tidak boleh sedih karena #debay sudah bisa merasakan apa yang aku rasakan.

Tak berapa lama, suamiku tiba. Aku menceritakan hasil “raport”ku dan tak berapa lama nomor kami pun dipanggil. Dokter yang menangani kami tergolong cukup sabar dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan kami yang super banyak. Aku tanyakan mengenai virus ini dan bu dokter yang ramah ini pun mengajakku untuk USG. Usia #debay sudah 19 minggu Alhamdulillah tidak ada kelainan pada ukuran kepala karena biasanya virus ini menyerang perkembangan otak dan kepala janin, Nauzubillahminzalik..dari USG 2 dimensi Alhamdulillah perkembangan #debay normal. Berat badannya 279 gr, tulang2 kaki dan tangannya berkembang sempurna, dan menurutku #debay kelak akan menjadi anak yang tinggi ๐Ÿ™‚ Saat di USG #debay sedang seru-serunya menendang perutku sehingga untuk melihat kelaminnya sangat sulit.

Meskipun hasil USG 2dimensi #debay baik, tapi sebagai second opinion dokter merujuk kami untuk melakukan usg 3 dimensi yang difokuskan pada perkembangan sel-sel dan jaringan otak #debay. Kembali aku tercekat, tapi aku segera berpikir positif bahwa dengan melakukan pemeriksaan lengkap sedini mungkin, kesehatan #debay akan terpantau dengan baik. Namun demikian sebagai manusia biasa, rasa kuatir itu tetap saja muncul. Kuredam, muncul kembali, kuredam lagi, muncul lagi.

Setelah menebus obat terapi ย (yang efeknya membuat pusing, mual dan bahkan muntah itu), suamiku menangkap kekuatiran di mataku. Dengan sigap dia menenangkanku, dan berkata bahwa aku harus tetap optimis, semangat dan berpikir positif. “Ade harus tetap happy ya, tetap semangat, tetap berjuang dan sehat demi #debay”, begitu kata suamiku tercinta. Kata-kata yang menyejukkan hati saat itu. Begitu juga support dari orang tuaku, kakak dan adikku semuanya membuatku bersemangat kembali. Kami keluar dari rumah sakit dengan bergandengan tangan sangat erat. Suamiku kembali menguatkanku sambil berkata “Kita sama-sama ya hadapi ini semua, harus ikhlas ya De”. Hatiku kembali tenang, Alhamdulillah suamiku bisa sangat sabar menghadapi cobaan ini ๐Ÿ™‚

Well this is life, right? aku harus ttp optimis. kita berjuang sama-sama ya nak, ibu bapak semua love #debay :’)

Obrolan seputar impian

Akhir-akhir ini saya sering merenungkan, bahwa memiliki hidup yang ideal adalah mimpi atau harapan yang paling umum dari setiap orang. Memiliki pemenuhan pangan, sandang dan papan yang memadai, atau bahkan lebih dari memadai (misalnya rumah yang besar dan megah, pakaian yang up to date dan bisa makan di manapun yang kita inginkan). Memiliki banyak investasi (saham, emas, reksadana, asuransi jiwa-kesehatan-pendidikan, properti dan lain-lain). Memiliki kebebasan finansial sehingga tidak perlu memikirkan kenaikan harga yang cukup membuat otak bekerja lebih keras untuk memperketat pengeluaran. Memiliki kondisi lahir dan batin yang sehat serta keluarga yang harmonis tanpa kuatir akan kekurangan suatu apapun.

Memiliki mimpi seperti di atas adalah suatu hal yang sangat wajar dan bahkan saya pun memasukkan hidup dalam kondisi ideal tersebut ke dalam salah satu list mimpi saya. Bermimpilah sebesar mungkin dan berusahalah untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, setidaknya itu yang saya sering dengar dan pelajari dari beberapa buku, seminar, dan motivator-motivator tersohor baik di negeri ini maupun dari luar negeri. Dan sungguh, mereka benar adanya!

Untuk menggapai mimpi tersebut, banyak orang yang lupa akan sesuatu yang namanya PROSES. Di benak beberapa orang, menggapai mimpi sering dianggap sebagai hal yang mudah padahal kenyataannya jauh dari itu. Untuk menggapai mimpi perlu ketahanan fisik dan mental, kerja keras, keinginan kuat, keuletan, kerajinan, pembangunan integritas, jatuh bangun, air mata, kegagalan, pilihan untuk menyerah atau bangkit dan masih ada sejuta tantangan yang akan menguji seberapa besar keinginan kita untuk ย menggapai impian kita tersebut.

Penyerahan diri yang total pada Tuhan Yang Maha Kuasa menurut saya menjadi titik paling penting dalam menggapai mimpi karena pada akhirnya yang akan ketok palu terwujudnya mimpi itu adalah Allah semata. Tapi entah kenapa kok saya yakin ya, Allah juga akan lebih senang jika melihat umatNya berusaha dan berjuang mewujudkan mimpinya ketimbang melihat umatNya yang cuma duduk diam ongkang-ongkang kaki tapi kepingin mimpinya terwujud alias No Action Talk Only.

hmm kayaknya obrolan ngalor ngidul tentang mimpi ini gak akan ada habisnya. Yang jelas apapun impian kita, berusahalah untuk mewujudkannya ๐Ÿ™‚

Not only dreaming but also do some action!

 

11 Tips Menghadapi Melow Morning #MM

Dear friends,

This morning I wrote about 11 tips to face unhappy feeling that usually happen in the morning (I mentioned that as Melow Morning). I shared it in Indonesia Languange hope it can be useful ๐Ÿ™‚

1. Duduk rileks, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan pelan-pelan. Rasakan prosesnya dan syukuri nikmatnya bernafas #MM

2. Berdiri menghadap cermin, tersenyum, sapa dan ucapkan kata-kata semangat untuk diri anda sendiri #MM

3. Nikmati minuman hangat favorit anda di pagi hari, hirup aromanya dan sruput pelan-pelan #MM

4. Pejamkan mata, visualisasikan bahwa apa yang akan anda lakukan hari ini akan menyenangkan #MM

5. Putar musik atau dengarkan radio favorit anda, ikutlah bersenandung atau bernyanyi #MM

6. Jika jauh dari pasangan, pejamkan mata, bayangkan pasangan sedang berdiri di depan anda & memberi kata-kata semangat #MM

7. Masih melanjutkan nomer 6. Jika memungkinkan bbm/sms/telpon atau lakukan segala komunikasi dengan pasangan anda untuk sekedar meminta sapaan pembangkit semangat #MM

8. Sapalah beberapa follower anda secara personal dengan kata-kata semangat dan icon smile ๐Ÿ™‚ #MM

9. Jangan lupa untuk menyapa orang tua, saudara dan keluarga anda di pagi hari #MM

10. Jika memungkinkan, sapalah tetangga anda dan berikan senyuman terbaik anda #MM

11. Jika sudah memiliki anak, mintalah buah hati anda untuk memberikan pelukan dan ciuman terbaik mereka #MM

I shared it in my twitter @widityaputri..don’t forget to follow ๐Ÿ™‚

Ow I forgot another tips from my friend @windadeftiani adalah mandi air hangat ๐Ÿ™‚

Have a great day everyone

 

 

What a busy (but nice) weeks

Hai, I’m back ! My weeks was so busy with so many nice things to do so I was to tired to write my blog.

Me and my husband started our new businees. We are now selling a shoes ! We did not have enough fund when we started our business. We just have a brochure and try to sell it to our family and friends. Alhamdulillah our business start to develop (slowly but sure) and we are so happy for that. I do like to wrap the shoes and send it to our customers, that’s a nice works to do anyway ๐Ÿ™‚

Then I also got a lots of translation and writting project. So as a usual I always meet with a deadline form the customer. Alhamdulillah I can make it well. And now time to refresh my mind, body and soul. Let’s eat chocolate !!! YEaaaay!!

I will spend my weekend with my husband. We will try to cook our own cake. My husband is very great chef. And He promise that He will make a delicious cake. Yummy…I can’t wait for it.

Have a nice and wonderful weekend my friends ๐Ÿ™‚

 

Our First Anniversary

I’m very greatful and happy because today is our 1st marriage anniversary. I just remember last year when my husband married me in one mosque in front of our family and some relatives. That was a happy and touching moment for all of us and I still feel it until now ๐Ÿ™‚

Our first year marriage was not always smooth and clear like a blue cloud in the sky. We also had some problems, we cried together, argued each other but Alhamdulillah we always finished it well and learnt from our mistakes. We were not only facing problems but also getting a lots of happines. We were struggling and working together to buy our own house and move to our cute little warm house. And it was so nice feeling when you can live together with your spouse in your own house! We also support each others when one of us was not in a good condition.

I do love my husband so much, and I always pray that our family will always stick together and also always ย sakinah, mawadah, warrahmah …Amiin

Happy 1st anniversary my husband ๐Ÿ™‚ our journey is still long and we will face it together..Thank you so much ya Allah for this wonderful family…